JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan tunjangan untuk profesi guru non-PNS atau honorer akan tetap diberikan pada 2023. Lantaran, alokasi untuk tunjangan guru honorer ini telah dimasukkan dalam anggaran APBN 2023. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pemerintah menetapkan anggaran pendidikan di 2023 sebesar Rp 608,3 triliun. KLIK PENDIDIKAN - Bagi guru yang telah melakukan validasi dan verifikasi data pada akhir Februari lalu kini tinggal menunggu pencairan sertifikasi triwulan 1. Hal tersebut karena pada Permendikbudristek nomor 4 tahun 2022, menjadwalkan pencairan dana tunjangan sertifikasi guru akan dilaksanakan pada bulan Maret 2023.. Akan tetapi bila berkaca pada tahun sebelumnya, maka tunjangan sertifikasi Gaji guru TK Honorer sekitar Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 perbulan. Tentu saja besaran gaji akan berbeda-beda setiap daerah. Gaji guru honorer TK bisa bermacam-macam karena tergantung pemerintah daerah seperti apa. Gaji guru TK honorer di sekolah juga berbeda satu sama lain. Tunjangan yang diberikan pada guru non PNS memang tidak sebanyak PNS. Namun, pemerintah masih mengalokasikan dana untuk guru-guru non PNS yang sudah sertifikasi. Berdasarkan Permendiknas Nomor 72 Tahun 2008, besarnya tunjangan profesi guru non PNS adalah Rp1.500.000/bulan. Paryono menjelaskan bahwa perbedaan utama antara ASN berstatus PNS dan PPPK, dengan sistem pensiun yang ada sekarang ini, terletak pada jaminan pensiun. Namun, tidak tertutup kemungkinan PPPK memperoleh pensiun melalui perubahan mendasar dari skema pensiun pay-as-you-go (manfaat pasti) menjadi fully-funded (iuran pasti). KOMPAS.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mempublikasikan syarat pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021. Informasi tersebut dipublikasikan melalui portal sscasn.bkn.go.id. Dalam seleksi CPNS dan PPPK 2021, pemerintah akan membuka 1.275.387 formasi, yakni: CPNS: 119.094 orang. PPPK Guru: 1.002.626 orang. PPPK Non-guru: 70.008 orang. .

gaji sertifikasi guru tk non pns