Pemudaitu hanya ingat kalau ia berbincang-bincang lama mengenai agama dan filsafat dengan bidadari pujaan hatinya. Hampir 22 tahun dirinya menjadi fakir asmara, dan Zen sama sekali tak keberatan kalau ternyata Dimi memang jodohnya. "Tapi kan ada juga ayatnya tentang 'suatu kaum tak akan mengubah nasib kaumnya kecuali kaum itu sendiri sejarahteologi islam & nur sayyid santoso kristeva, s.pd.i., m.a. akar pemikiran ahlussunah wal jamaah sejarah teologi islam dan akar pemikiran ahlussunah wal jamaah pemikiran teologi islam: sejarah, ajaran & perkembangannya geneologi pemikiran aswaja di indonesiadalil amaliah keagamaan kaum nahdlatul ulama sesuai ajaran islam ahlussunah wal jamaah berdasarkan al Wakaf Konsep, Perkembangan, Kontribusi serta Optimalisasinya Untuk Perkembangan Infrastruktur di Indonesia. Mustafa Edwin Nasution, Ph.D Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. Outline. Pendahuluan Konsep Wakaf: Definisi, Landasan dan Komponen Wakaf Perkembangan Wakaf Kontemporer Paraulama yang menetapakan kekuatan qiyas sebagai hujjah dengan mengambil dalil al-Quran, Sunnah, pendapat dan perbuatan sahabat, juga illat-illat rasional. Alasan ulama yang menetapkan qiyas: 1. Diantara ayat-ayat al-quran yang digunakan sebagai dalil. 2. Diantara sunnah yang digunakan sebagai dalil. AyatEkonomi tentang Pilantropi (Kedermawanan) QS. at-Taubah (9) : 60 Terjemah 60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai Salahsatu upaya strategis yang dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama adalah mengembangkan lembaga wakaf dan memberdayakan potensi wakaf sehingga menimbulkan dampak yang positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi umat Islam. Dalam kaitan ini, pemerintah terus berupaya agar pengelolaan wakaf itu mempunyai daya dukung . Menyantuni berasal dari kata santun yang berarti halus dan baik budi bahasanya, tingkah lakunya, suka menolong dan belas kasih. Jadi yang dimaksud menyantuni adalah sikap penuh belas kasih sehingga menyebabkannya untuk suka menolong. Sedangkan kaum dhuafa secara umum dapat di artikan sebagai golongan manusia yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, ketertindasan dan ketidak berdayaan yang tiada putus. Kaum duafa terdiri dari orang-orang terlantar, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang cacat. Oleh karena itu yang dimaksud menyantuni kaum dhuafa adalah memberikan harta atau barang yang bermanfaat untuk kaum duafa. Adapun ayat tentang perintah menyantuni kaum dhuafa sebagai berikut, 1. Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 26-27وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا Artinya "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." QS. Al Isra’ 26 - 27 Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 26-27. Allah Swt menyuruh kepada umat Islam untuk memberikan hak kaum kerabat, fakir miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Allah Swt melarang kepada umat Islam menghambur-hamburkan harta secara boros, karena perilaku boros menjadi teman atau saudaranya setan, sedangkan setan itu ingkar kepada Tuhannya. Penjelasan Ayat Al-Qur'an Surat Al-Isra' ayat 26-27 Pada ayat 26-27 menerangkan kewajiban seseorang untuk memberikan hak-hak kaum kerabat meliputi kasih sayang, rasa hormat, nafkah, keamanan dan pertolongan bila diperlukan. Hak fakir miskin adalah memperoleh santunan dan sedekah, serta kasih sayang. Sedangkan hak orang yang dalam perjalanan adalah memperoleh bantuan materi bila diperlukan, bantuan pikiran, dan pertolongan untuk dapat sampai kepada tujuannya. Allah melarang orang yang menghambur-hamburkan harta, yaitu membelanjakan harta bendanya yang tidak ada manfaatnya, bahkan sebaliknya membelanjakan harta yang berakibat akan membawa kerusakan pada diri mereka baik fisik maupun mental. Allah Swt menyuruh manusia untuk bersedekah karena bersedekah itu akan menjadikan hartanya menjadi tambah, sebagaimana yang difirmankan Allah Swt dalam QS. Al Baqarah ayat 261 مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui”. QS. Al-Baqarah 261 2. Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 177. لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ Artinya "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, musafir, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa." QS. Al Baqarah 177 Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 177. Kebajikan itu tidaklah terletak kepada menghadapkan wajah kea rah timur dan ke barat. Tetapi kebajikan yang sebebenarnya adalah memiliki iman yang benar yaitu percaya kepada Allah Swt diyakini dalam hati, diucapkan dalam lisan dan dibuktikan dalam bentuk perbuatan. Ciri-ciri iman yang benar itu diungkapkan dalam ayat tersebut adalah Beriman kepada Allah Swt, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, dan Rasul-rasul sejak nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw. Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang yang miskin, orang yang dalam perjalanan ketika kekuranga, orang yang meminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya. Melaksanakan shalat wajib dengan khusyuk dan salat-salat sunah lainnya. Mengeluarkan zakat yang diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Menepati janji ketika ia berjanji dengan orang lain. Bersikap sabar ketika dalam kesempitan, penderitaan, dan disaat suasana perang. Penjelasan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 177. Pada surat Al Baqarah ayat 177 menerangkan bahwa kebajikan itu bukanlah seseorang yang mau menghadapkan wajahnya ke arah timur dan barat yakni kearah Baitul Maqdis dan ke arah Baitullah sebagai kiblatnya, akan tetapi mereka yang mau beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, yakni melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Orang yang imannya benar itu adalah 1. Meyakini kebenaran rukun iman yang meliputi iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Rosul-rosul, Hari akhir, dan qadla-qadar. 2. Melaksanakan rukun Islam yang lima yaitu syahadat, salat, zakat, puasa, dan Haji ke Baitullah di Makkah. 3. Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia yakni mau bersedekah, zakat dan menolong orang-orang yang dalam kesulitan dan kesusahan. 4. Menjaga keseimbangan diri dengan baik yakni berlaku baik terhadap dirinya sendiri meliputi berlaku sabar, menepati janji, tidak menjerumuskan dirinya ke lembah kesengsaraan dan kehinaan. 100% found this document useful 1 vote2K views10 pagesDescriptionmenyantuni kaum duafaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote2K views10 pagesMenyantuni Kaum to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 0% found this document useful 0 votes535 views8 pagesDescriptionmembahas masalah kaum dhuafa dan opini pemberdayaanyaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes535 views8 pagesMakalah Kaum DhuafaDescriptionmembahas masalah kaum dhuafa dan opini pemberdayaanyaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Makalah Agama Tentang Menyantuni Kaum Dhuafa - Assalamu'alaikum semuanya , Pada info kali ini yang diberi judul Makalah Agama Tentang Menyantuni Kaum Dhuafa,telah dibagikan di blog ini dengan lengkap dari awal lagi sampai akhir. mudah-mudahan info ini dapat anda pahami dan bermanfaat bagi anda semuanya. Judul Makalah Agama Tentang Menyantuni Kaum Dhuafa Label Makalah Agama Tentang Menyantuni Kaum Dhuafa Download Makalah Agama Tentang Menyantuni Kaum Dhuafa Makalah Agama Tentang Menyantuni Kaum Dhuafa Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memahami aspek pendidikan agama Berikut adalah dalil tentang menyantuni kaum MAKALAH TENTANG MENYANTUNI KAUM .Padahal Islam merupakan agama yang Tempatnya Berbagi Modul dan Makalah Home ” Pendidikan Agama Islam ” Pengertian dan Contoh Surat Tentang Menyantuni Kaum .Berikut adalah dalil tentang menyantuni kaum dhuafa yang makalah menyantuni kaum dhuafa. MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MENYANTUNI KAUM DHUAFA .Dengan latar belajang tersebut kami disini menyunguhkan tentang bagaimana menanggapi masalah menyantuni kaum dhuafa makalah agama tentang .Menyantuni Kaum Dhuafa Dalam Islam Agama Islam. Kaum Dhuafa sendiri adalah disebut juga Orang yang kurang mampu .Berkat limpahan dan rahmat Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas Agama Islam. menyantuni kaum tentang segala urusan agama. .Documents Similar To Makalah Menyantuni. Perilaku Menyantuni Kaum Dhuafa Agama. Ayat Ayat Tentang Menyantuni Kaum Duafa..Makalah Menyantuni Dhu’afa. Dan menurut para ulama menyantuni kaum duafa akan menyelamatkan diri kita dari api cap kita adalah pendusta agama .Makalah tentang kaum dhuafa tentang “Perintah Menyantuni Kaum Dhuafa mengorbankan harta untuk kepentingan agama dan umat merupakan salah satu sendi pokok .Makalah tentang wuhdu makalah tentang mangga makalah menyantuni kaum duaffa askep hipertensi makalah muamallah makalah peranan bahasa indonesia dalam ilmu penget . Kumpulan Aplikasi Pendidikan Sebagai Program Pembantu Guru Ini Merupakan Soft Re Yang Dibuat Khusus Untuk Meringankan Pekerjaan Google Free To Use Or Share Telahdit Silahkan Download Artikel Proposalnya Check Imagebase 0% found this document useful 0 votes661 views13 pagesDescriptionMenyantuni Kaum DhuafaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes661 views13 pagesAgama Menyantuni Kaum DhuafaJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

makalah agama tentang menyantuni kaum dhuafa